Friday, February 25, 2005

Sehat dan Produktif Di Kantor, perlu dibaca untuk profesional muda

Kasus dibawah ini sering kali kita alami selama bekerja di kantor, terutama untuk yang sering lembur malam. Mungkin kalo di survei 99 persen auditor di EY mengalami hal yang sama, apa itu? Yaitu sakit punggung, encok, mata pedih, pergelangan tangan ngilu , kesemutan, otot kaku, dan sebagainya. Selain gara-gara kebiasaan "salah" yang dilakukan berulang-ulang, kemungkinan juga sarana pendukung pekerjaan atau perangkat kerja yang kurang tepat. Saat mengetik sebaiknya ambil posisi duduk tegak, tidak bersikap loyo atau lesuSekali-sekali Anda tentu pernah merasakan tak enak badan. Sakit punggung, mata pedih dan terus menerus mengeluarkan air mata. Merasakan seluruh otot dan urat badan kaku dan mengencang, sakit atau merasa tidak nyaman. Tangan, pergelangan tangan, jari, lengan dan siku terasa sakit seperti terbakar. Adakalanya tangan perih, dingin, ataupun kesemutan, dan kehilangan kekuatan dan koordinasi. Ketika terjaga tengah malam, badan satu sakit semua disertai pegal-pegal. Ingin rasanya segera memijat tangan, pergelangan, dan lengan.Siapa tahu punggung Anda memang sedang mengalami masalah? Atau, barangkali Anda terserang Repetitive Strain Injury (RSI). Biang keladinya, karena gerakan fisik yang "salah" berulang-ulang dan terus menerus dalam jangka panjang. Misalnya, selama bekerja di kantor. Akibatnya terjadi kerusakan urat, otot, saraf, dan jaringan lunak lain. Cukup beragam pekerjaan yang memungkinkan terjadi RSI. Salah satunya semakin meningkatnya penggunaan sarana komputer. Bisa dibayangkan, berapa ribu kali jari-jari tangan mengulang gerakan memukul tuts keyboard ketika sedang mengetik, misalnya. Apalagi tangan sambil mencengkeram dan menggeser-geser mouse . Tanpa disadari bisa terjadi akumulasi kerusakan pada badan secara keseluruhan.Semua risiko yang dialami para pekerja bisa jadi disebabkan meja kursi, komputer, lampu penerang ruangan yang kurang nyaman. Sebutlah, sakit pinggang jangan-jangan karena tempat duduknya tidak memberi kenyamanan tulang belakang. Atau, penataan perangkat komputer yang kurang tepat. Saat mengetik, ambil posisi duduk tegak. Sudah banyak model kursi ergonomis yang gampang disetel sandarannya sehingga menyamankan. Sikap duduk yang benar dan model kursi yang tepat membantu mengatasi masalah ini. Soalnya keluhan pada punggung umumnya berkaitan dengan otot tulang belakang. Postur tubuh menghadap komputer . Duduk bisa mengurangi penat. Tapi kalau dilakukan dalam jangka waktu lama dan posisi statis, justru bisa menimbulkan gangguan pada leher, bahu, punggung, dan lengan. Alias RSI itu tadi. Pada sikap kerja statis terjadi kontraksi otot yang kuat dan lama tanpa cukup kesempatan pemulihan dan aliran darah ke otot terhambat. Yang paling sering dialami adalah rasa sakit, pegal pada bagian belakang tubuh hingga leher, yang disebut juga varicose veins . Perlu sesering mungkin mengubah posisi pada saat duduk. Gejala RSI atau juga disebut Cumulative Trauma Disorder bisa terjadi gara-gara posisi tubuh kurang rileks. Ada tekanan terhadap urat dan saraf tangan, pergelangan tangan, lengan dan pundak, serta leher. Upaya pencegahannya, posisi tubuh saat duduk dan teknik mengetik mesti benar. Begitu pula penataan (posisi) sarana kerja harus benar. Kebiasaan bekerja secara baik dan benar lebih penting sebagai pencegahan ketimbang harus menyediakan perlengkapan yang ergonomis. Baik sarana duduk (kursi), keyboard , atau penyangga pergelangan tangan.Monitor disarankan lebih rendah dan agak jauh dari posisi mata. Kursi dan keyboard diatur sedemikian rupa hingga posisi paha dan lengan sejajar (boleh sedikit menggantung), pergelangan tangan lurus dan sejajar (tidak menekuk ke bawah atau terlalu jauh ke belakang). Kalau bisa, posisi keyboard 2,5 - 5 cm di atas paha. Pengaruh monitor. Pengaruh monitor ( video display unit /VDU) terhadap kesehatan mata, masih menjadi perdebatan. Pemakai VDU pada umumnya mengeluhkan tekanan pada mata, nyeri otot leher, sakit pundak dan pinggang. Jumlah radiasi gelombang yang diterima pengguna VDU selama 8 jam/hari sebenarnya hanya 0,5% dari jumlah radiasi yang diterima dari sumber lain. Jangan pula meregang ke depan untuk mencapai keyboard atau membaca tulisan di layar monitor. Posisi tubuh "sempurna" dapat bermasalah bila dilakukan secara kaku dan terus menerus. Disarankan untuk rileks, juga sering-seringlah bergerak dan mengubah posisi Juga ubah posisi pundak, punggung, dan leher. Putar tangan sebagai ganti istirahat pergelangan tangan. letakkan tangan di atas pangkuan atau samping Anda ketimbang di atas keyboard . Ukuran font (huruf) sebaiknya tidak terlalu kecil agar mudah terbaca. (tak perlu membungkukkan badan). Ini mengurangi tekanan pada saraf dan pembuluh darah di leher dan pundak. Juga pergunakan warna teduh (abu-abu) dan mudah dibaca. Posisi lampu. Sesuai dengan namanya, fungsi lampu adalah untuk menerangi ruangan. Untuk fungsi dekoratif, lantas perlu memilih lampu yang selaras dengan desain interior. Lampu tentu saja harus terang. Gunakan lampu neon. Selain cahayanya terang, juga bisa mengirit anggaran. Posisi meja kerja jangan persis di bawah titik lampu. Sinar lampu dari atas langit-langit tepat di atas meja kerja menimbulkan bayangan pada halaman buku, koran atau majalah yang tengah dibaca. Posisi lampu hendaknya di belakang agak ke samping, untuk menghindari timbul bayangan pada yang dibaca.Posisi AC . Tata letak AC dalam ruang kantor umumnya sudah menetap. Kalau penghuni kantor ingin memilih posisi meja kerja yang tak langsung angin AC, ya mesti mengatur diri. Apalagi bagi yang tak tahan AC, salah-salah justru bisa bikin badan nyeri.
Tulisan ini saya adopt dari pasarinfo.com

0 Comments:

Post a Comment

<< Home